Ketua PBNU KH. Abdul Manan Ghani. [doc.topikita]

NUBEKASI Dalam acara pengukuhan dan pembai’atan para Pengurus Ranting Istimewa Nahdlatul Ulama (PRINU) Lambang Jaya di halaman kantor Prinu Grand Wisata Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (04/04/2021) oleh PCNU Kabupaten Bekasi, acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bidang Dakwah dan Masjid, KH. Abdul Manan Ghani.

Ketua PBNU KH. Abdul Manan Ghani yang membidangi Dakwah, Masjid dan juga Pembina Fatayat serta Wakil Sekjend di MUI Pusat yang membidangi Kerukunan Antar Umat Beragama dalam sambutannya ia mengucapkan selamat kepada para pengurus Prinu Grand Wisata yang telah dilantik dan di bai’at dan mau mengurus NU.

“Tugas pengurus adalah ngurus, jangan sampai jadi urusan. Satu sama lain jangan sampai jadi saling urusan. Maka tugasnya adalah berdakwah, yaitu menyapa, mengajak dengan cara tidak memaksa dengan cara hikmah, lemah lembut, nasehat yang baik dan berdiskusi dengan cara-cara yang bijak,” ujar Kyai, sebagai pesan pertamanya.

Kyai Manan, sapaan akrabnya, ia mengutip bahasa dari Rois ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bahwa dalam dakwah NU yaitu mengajak dengan cara tidak mengejek, merangkul dengan cara tidak memukul.

Pesan kedua Kyai manan menyampaikan, “sebagai pengurus NU harus bisa mengenalkan dan menjelaskan kepada masyarakat tentang visi misi pergerakan NU secara kaffah (menyeluruh). Baik fikrohnya (ideologi/pemikiran), amaliahnya (sifat/karakter), harokahnya (pergerakan) maupun sisi kebangsaannya,” terangnya. (TS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here